Jumat, 14 September 2012

PEDOMAN PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN SEJARAH


BAGIAN-BAGIAN DALAM PROPOSAL PENELITIAN SEJARAH
Latar Belakang Masalah
Latar belakang masalah dalam sebuah penelitian proposal penelitian berisikan alasan atau argumen apa pentingnya masalah tersebut diangkat menjadi sebuah penelitian ilmiah. Pada latar belakang masalah tidak menuliskan latar belakang sejarah atau latar belakang peristiwa dari topik yang diteliti. Bagian ini, tegasnya harus memuat latar belakang penulis memilih topik tersebut.
Batasan dan Rumusan Masalah
Ruang lingkup masalah, apa masalah yang akan diteliti dan yang tidak akan diteliti sedangkan Batasan geografis (scope spatial) , yaitu menerangkan batasan ruang lingkup secara geografis. Batasan waktu (scope temporal), yaitu menjelaskan batasan waktu dan sekaligus menerangkan mengapa batasan waktunya dibuat demikian.
Dalam model penelitian sejarah ada dua kualifikasi pertanyaan yang berpengaruh kepada bobot jawaban yang diberikan.
Pertama, Pertanyaan deskriptif yaitu mengajukan pertanyaan SIAKIB (Siapa, Apa, Kapan, Dimana, dan Bagaimana).
Kedua, Pertanyaan analitik, biasanya diajukan dengan kata-kata ”mengapa”. Artinya jawaban pertanyaan memerlukan penjelasan (eksplanasi) hubungan sebab akibat, atau korelasi bebepara faktor atau aspek tertentu. Pertanyaan deskriptif biasanya akan menghasilkan sejarah diskriptif, sedangkan pertanyaan analitik akan menghasilkan sejarah analitik.
Pertanyaan analitik dapat juga dilihat dari pertanyaan yang biasanya diawali dengan kata: sejauhmana, sampai seberapa jauh, apa hubungan dengan. Yang penting dari pertanyaan analitik adalah akan tergambarnya adanya hubungan antara dua variabel (faktor) atau lebih.
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Tujuan penelitian adalah sasaran apa yang akan dipelajari dan yang akan dicapai dalam sebuah penelitian.
Tujuan penelitan biasanya dimunculkan dengan menggunakan kata-kata antara lain :
ü  Untuk memperoleh gambaran tentang hubungan ………
ü  Untuk mendeskripsikan…….
ü  Untuk memberikan telaah tentang ……
ü  Untuk menganalisis hubungan……
ü  Untuk menjelaskan latar belakang terjadinya……
Manfaat penelitian menerangkan apa yang diperoleh dari penelitian tersebut. Manfaat penelitian ilmiah dapat dilihat dalam dua tingkat yang berbeda:
ü  Riset untuk riset. Sumbangan bagi ilmu pengetahuan atau terhadap disiplin ilmu tertentu, baik dalam bentuk pengayaan informasi faktual, maupun sumbangan pengetahuan teoritis atau metodologis.
ü  Riset untuk sesuatu. Kemungkinan sumbangannya untuk kegunaan praktis atau penerapan, baik sebagai masukan terhadap kebijakan pada lembaga tertentu maupun penerapannya di lapangan.
Contoh pernyataan manfaat penelitan yang menggambarkan: Riset untuk riset:
ü  Penelitian ini dapat menjadi awal dari penelitian tentang ……… selanjutnya.
ü  Penelitian ini dapat menambah pengetahuan kita tentang ilmu…….
Contoh pernyataan manfaat penelitan yang menggambarkan: Riset untuk sesuatu :
ü  Penelitian ini dapat menjadi masukan bagi dinas…….tentang….
ü  Menambah koleksi perpustakaan………tentang……..
ü  Penelitian ini menambah pengetahuan penulis dan pembaca tentang……..
Tinjauan Pustaka
Tinjauan pustaka memuat tiga aspek penting yaitu: Kerangka konseptual, kajian kepustakaan relevan,dan kerangka pemikiran peneliti.
Kerangka konseptual adalah: Kajian kepustakaan yang membeberkan konsep-konsep, teori-teori, ide-ide, pengalaman-pengalaman dari para ahli dalam area masalah yang akan diteliti. Paling tidak kerangka konseptual itu berfungsi untuk:
ü  Mensistematiskan pengetahuan tentang dunia realitas atau gejala yang tengah depelajari atau yang akan diteliti.
ü  Menerangkan jalan fikiran peneliti tentang bagaimana masalah yang diteliti harus dibedah dengan mengacu pada alat bantu konseptual yang relevan.
Kerangka berfikir merupakan konstruksi pemikiran yang dikembangkan dari kerangka berfikir dan konseptual dalam kaitan dengan topik penelitian yang dipilih. Dalam bagian ini perlu dikemukakan:
ü  Definisi-difinisi operasional tentang variabel penelitian di jelaskan dalam tinjauan pustaka.
ü  Menempatkan variabel yang telah didefinisikan ke dalam kerangka pengertian-pengertian (konsep-konsep) tertentu.
Konsep-konsep ini dapat dipinjam dari penelitian yang telah ada, dan dari penelitian-penelitian ilmu lain seperti:
ü  lmu sosiologi,
ü  antropologi,
ü  geografi,
ü  ekonomi,
ü  Dll
 Metode Penelitian
Pada bagian ini diuraikan metode yang akan digunakan. Metode dasar (basic method) dalam disiplin sejarah mencakup serangkaian langkah-langkah dan prosedur kerja melalui 4  tahap
*      Heuristik (Pengumpulan data), menerangkan tentang kemungkinan dimana tempat data penelitian bisa ditemukan dan jenis data yang akan dikumpulkan. Pengumpulan data ini dapat diperoleh dari perpustakaan, dapat berupa buku, hasil penelitian, makalah, koran, majalah, , dokumen, foto,. Untuk membantu penelitian kita bisa juga melakukan wawancara dengan golongan (kelompok), orang-orang penting yang dirasa perlu untuk mengungkapkan persoalan yang diteliti. Pada bagian ini peneliti juga menjelaskan golongan apa yang akan diteliti dan pokok-pokok apa yang akan ditanya. Dalam pelaksanaannya peneliti telah menyusun daftar pertanyaan yang akan diajukan dalam wawancara.

*      Kritik Sumber (analisis / verifikasi data), Kritik sumber dapat dikelompokkan pada kritik ekstern dan kritik intern.

ü  Kritik Eksteren. Yaitu proses melihat keaslian sumber, terutama dilihat dari segi kasat mata, apakah sumber dari hasil foto copy, tulisan tangan, stensilan, percetakan. Apakah sumber itu dapat teruji kebenarannya atau ada yang menimbulkan kecurigaan seperti bekas hapusan, tambahan, atau terdapat ketidak sesuaian antara sumber dengan zamannya.
ü  Kritik Interen. Kritik yang bertujuan untuk mengkaji keaslian, kebenaran data. Pada bagian ini proses yang mungkin dilakukan adalah dengan melihat ejaan yang digunakan.

*      Analisis-Sintesis dan Interpretasi. Dibagian ini dilakukan kegiatan tahap analisis dan interpretasi dengan menggabungkan, mengelompokkan sumber-sumber yang se-tema dan kegiatan membandingkan serta kegiatan menghubungkan berbagai jenis data yang telah teruji kebenaran dan kesesuaiannya.
*      Historiografi, Penulisan Laporan Penelitian. Penyajian hasil penelitian dalam bentuk tulisan yang telah melewati seluruh aturan, tahap atau proses yang direncanakan. Hal ini disebut juga dengan penyajian hasil temuan atau rekonstruksi sejarah secara keseluruhan dalam bentuk tulisan.
Kerangka Isi Sementara (Outline Sementara)
Pada bagaian ini penulis menuangkan rencana isi tulisan yang akan di buat. Dapat dibuat dengan langsung menyajikan struktur bab yang akan dikembangkan bila proposal penelitian diterima.
Penegmbangan kerangka isi sementara ini dapat dilakukan dengan membuat: Sistematika Penulisan : Bagian ini memberi gambaran isi masing-masing bab yang direncanakan. Daftar isi tentatif : Menjelaskan kemungkinan isi tulisan hasil penelitian dengan merinci masing-masing bab kedalam sub-sub bab yang telah berupa daftar ini sementara.
Daftar Pustaka
Daftar pustaka memuat sumber-sumber yang menjadi acuan dalam penulisan (proposal) karya ilmiah. Susunan daftar pustaka ini disesusaikan dengan abjad nama penulis (sesuai acuan penulisan daftar pustaka.).
Dalam penelitian dan karya ilmiah ilmu sejarah dapat dibagi atas tiga kelompok:
1.      Daftar pustaka dan sumber-sumaber dari buku.
2.      Sumber yang termasuk pada kelompok makalah, skripsi, tesis, dan disertasi.
3.      Sumber-sumber yang termasuk dalam kelompok dokumen, arsip.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar